Sinergi KUA dan BKKBN: Membentuk Keluarga Sehat dan Harmonis
![]() |
| Ki-Ka: Ust. H. Fatahul Ulum, Ust. H. Abdussomad dari Penyuluh Agama Islam, Khoirus Sakinah dari Penyuluh Keluarga Berencana, serta Fathor Rosi & Jihan Wafa selaku Calon Pengantin. |
Pada hari Senin, 25 November 2024, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banyuates menggelar penyuluhan terpadu kepada pasangan calon pengantin, Fathor Rosi dan Jihan Wafa. Acara ini menghadirkan sinergi antara Penyuluh Agama Islam, yaitu Ust. H. Fatahul Ulum dan Ust. H. Abdussomad, dengan Penyuluh Keluarga Berencana (KB) dari BKKBN, Khoirus Sakinah. Dengan suasana hangat dan penuh semangat, kegiatan ini bertujuan memberikan bekal pengetahuan dan pemahaman yang lebih luas kepada pasangan sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.
Pembukaan Acara dan Pendekatan Personal
Acara berlangsung di ruang konseling KUA Kecamatan Banyuates yang telah disiapkan untuk memberikan kenyamanan bagi peserta. Pasangan calon pengantin disambut dengan ramah oleh para penyuluh yang siap membagikan ilmu dan wawasan, baik dari sisi agama maupun kesehatan keluarga. Para penyuluh menggunakan pendekatan santai namun tetap serius agar peserta merasa lebih terlibat dalam setiap pembahasan.
Ust. H. Fatahul Ulum membuka sesi dengan menyampaikan pentingnya menyambut pernikahan dengan hati yang siap dan niat yang tulus. “Pernikahan bukan hanya sekadar tradisi, tetapi merupakan amanah besar yang harus dijaga dan dipertanggungjawabkan,” ujarnya. Setelah itu, sesi dilanjutkan dengan pembagian topik dari masing-masing penyuluh.
Penyuluhan Aspek Agama: Membangun Keluarga Sakinah
![]() |
| Ust. H. Fatahul Ulum & Ust. H. Abdussomad menyampaikan penyuluhan mengenai pembinaan keluarga. |
Pada sesi pertama, Ust. H. Fatahul Ulum dan Ust. H. Abdussomad membahas mengenai pentingnya membina keluarga yang harmonis dan berlandaskan nilai-nilai agama. Dalam penjelasannya, mereka menekankan bahwa keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah (SAMARA) hanya dapat dibangun jika pasangan suami istri memahami peran dan tanggung jawab masing-masing.
“Peran suami sebagai pemimpin rumah tangga harus dilaksanakan dengan penuh amanah. Sementara itu, istri juga memiliki peran yang tak kalah penting, yaitu sebagai pendamping dan penopang utama dalam menjaga keharmonisan keluarga,” jelas Ust. H. Abdussomad.
Selain itu, kedua penyuluh agama ini juga mengingatkan calon pengantin mengenai pentingnya menjaga hubungan baik dengan orang tua dan mertua. “Salah satu kunci kebahagiaan dalam rumah tangga adalah restu dari orang tua. Jangan lupa untuk selalu menghormati mereka, karena ridha Allah terletak pada ridha orang tua,” tambah Ust. H. Fatahul Ulum.
Sesi ini memberikan wawasan mendalam kepada pasangan tentang bagaimana menghadapi tantangan dalam kehidupan rumah tangga dengan menjadikan agama sebagai pedoman utama. Calon pengantin juga diajak untuk lebih mendalami konsep kasih sayang, saling menghormati, dan bekerja sama dalam menghadapi segala persoalan.
Penyuluhan Kesehatan dan Keluarga Berencana
![]() |
| Khoirus Sakinah menyampaikan penyuluhan mengenai kesehatan dan keluarga berencana. |
Pada sesi kedua, giliran Khoirus Sakinah dari BKKBN yang menyampaikan edukasi terkait kesehatan dan perencanaan keluarga. Ia mengawali dengan menekankan pentingnya mempersiapkan kesehatan fisik sebelum menikah, terutama bagi calon istri yang kelak akan mengandung dan melahirkan.
Khoirus Sakinah menjelaskan bahwa pemeriksaan kadar hemoglobin (HB) sangat penting untuk dilakukan sebelum pernikahan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah calon pengantin wanita memiliki risiko anemia yang dapat berdampak pada kesehatan ibu dan janin di masa depan. “Anemia dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam membawa oksigen ke seluruh tubuh. Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan bahwa kadar HB calon pengantin berada dalam kondisi normal sebelum memasuki kehamilan,” jelasnya.
Selain itu, ia juga memberikan tips kesehatan, seperti pentingnya mengonsumsi makanan yang kaya akan kalsium untuk menjaga kesehatan tulang dan mendukung masa kehamilan nantinya. “Kalsium tidak hanya baik untuk kesehatan tulang calon ibu, tetapi juga berperan penting dalam pertumbuhan janin. Pastikan untuk mengonsumsi susu, ikan, dan sayuran hijau secara rutin,” tambahnya.
Khoirus Sakinah juga membahas tentang pentingnya merencanakan jumlah anak dengan matang, sesuai dengan kemampuan finansial dan kesiapan mental pasangan. Ia mengingatkan bahwa keluarga yang sehat dan sejahtera membutuhkan komunikasi yang baik antara suami dan istri, terutama dalam mengambil keputusan terkait program KB.
“Setiap pasangan harus bisa berdiskusi dengan terbuka mengenai perencanaan keluarga, termasuk dalam menentukan metode kontrasepsi yang akan digunakan. Ini bukan hanya tanggung jawab istri, tetapi juga suami,” tegasnya.
Antusiasme dan Respon Positif Calon Pengantin
![]() |
| Fathor Rosi & Jihan Wafa menyimak penyuluhan dengan antusias. |
Selama sesi berlangsung, Fathor Rosi dan Jihan Wafa tampak sangat antusias mendengarkan penjelasan dari para penyuluh. Mereka juga aktif bertanya mengenai hal-hal yang menjadi perhatian mereka, seperti cara menjaga keharmonisan hubungan dan tips untuk mempersiapkan kehamilan dengan baik.
Fathor Rosi mengungkapkan rasa syukurnya karena mendapatkan bimbingan yang sangat bermanfaat ini. “Kami sangat berterima kasih atas ilmu yang diberikan. Semua penjelasan dari para penyuluh sangat membantu kami untuk lebih siap menjalani kehidupan pernikahan,” katanya.
Hal serupa juga disampaikan oleh Jihan Wafa, yang merasa bahwa penyuluhan ini memberikan banyak wawasan baru, terutama tentang pentingnya menjaga kesehatan sebelum dan sesudah menikah. “Sebagai calon istri, saya merasa lebih percaya diri setelah mendapatkan informasi mengenai kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga. Semoga kami bisa mengamalkan semua yang telah kami pelajari hari ini,” ujarnya.
Kesimpulan dan Penutup
Kolaborasi antara Penyuluh Agama Islam dan Penyuluh KB dari BKKBN di KUA Kecamatan Banyuates ini memberikan contoh nyata tentang pentingnya sinergi lintas sektor dalam mempersiapkan calon pengantin. Dengan menggabungkan pendekatan agama dan kesehatan, pasangan calon pengantin dapat memperoleh bekal yang lebih komprehensif untuk menjalani kehidupan rumah tangga yang harmonis, sehat, dan sejahtera.
Kegiatan semacam ini diharapkan dapat terus dilakukan secara rutin sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas keluarga di masyarakat. Dengan adanya bimbingan seperti ini, calon pengantin dapat lebih siap menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan pernikahan dan membangun keluarga yang bahagia serta penuh berkah.
Semoga ilmu yang didapatkan oleh Fathor Rosi dan Jihan Wafa dapat menjadi bekal berharga dalam perjalanan mereka menuju kehidupan rumah tangga. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi inspirasi bagi calon pengantin lainnya untuk mempersiapkan pernikahan dengan lebih baik dan terencana.




Komentar
Posting Komentar